DIMENSI METAFISIS KISAH WULU DEWI HUJAN DALAM KEBUDAYAAN MASYARAKAT ILE BURA (LEWOTOBI)

Penulis

  • Fidelis Boli Uran Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis
  • Bernardus Subang Hayon Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis

Kata Kunci:

Metafisika, Realitas Sakral, Hierofani, Partisipasi Ontologis, Wulu Dewi Hujan

Abstrak

Kisah Wulu Dewi Hujan yang hidup dalam tradisi masyarakat Ile Bura di Flores Timur merupakan ekspresi metafisis yang mendalam tentang cara masyarakat memahami hakikat keberadaan. Dalam kisah ini, realitas tidak dilihat sebagai kumpulan benda mati, melainkan sebagai jaringan hidup yang menyatukan manusia, alam, dan kekuatan adikodrati. Melalui simbol bambu, patung, dan hujan, masyarakat Ile Bura memahami dunia sebagai ruang partisipatif tempat “Yang Ada” menampakkan diri dalam pengalaman nyata. Pendekatan hermeneutik-metafisis, yaitu metode penafsiran yang menelaah makna simbolik sekaligus hakekat ontologis di balik pengalaman budaya digunakan untuk menafsir struktur ontologis dan simbolisme kisah ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa kisah Wulu Dewi Hujan bukan sekadar mitos agraris, tetapi refleksi filosofis mengenai realitas sakral. Dengan membandingkan prinsip dasar metafisika Aristoteles dan konsep hierofani Mircea Eliade, tulisan ini mengungkap pandangan metafisis masyarakat Ile Bura sebagai bentuk kesadaran kosmik yang menegaskan kesatuan antara yang tampak dan yang tak tampak, antara dunia dan sumber keberadaan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01