ANALISIS KEBIJAKAN DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN TERHADAP PERMENDIKDASMEN NO. 9 TAHUN 2025: REORIENTASI TES KEMAMPUAN AKADEMIK DALAM KONTEKS SEKOLAH MENENGAH VOKASI KEJURUAN

Penulis

  • Sudung Kristopel Naiborhu Universitas HKBP Nommensen Penulis
  • Hardi Tambunan Universitas HKBP Nommensen Penulis
  • Ruth Mayasari Simanjuntak Universitas HKBP Nommensen Penulis

Kata Kunci:

Tes Kemampuan Akademik (TKA), Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),, Analisis Kebijakan Pendidikan, Manajemen Pendidikan Vokasi, Asesmen Autentik.

Abstrak

Penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) No. 9 Tahun 2025 yang melembagakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) menghadirkan paradoks kebijakan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Filosofi inti pendidikan vokasi adalah "Link and Match", yang berfokus pada asesmen berbasis kinerja untuk menutup kesenjangan kompetensi industri. TKA, sebagai instrumen standarisasi akademik (literasi dan numerasi), berpotensi berkonflik dengan paradigma asesmen autentik yang esensial bagi SMK. Menggunakan kerangka implementasi kebijakan George C. Edwards III dan teori asesmen autentik Wiggins & McTighe, analisis ini mengidentifikasi tantangan implementasi kritis. Hambatan utama diprediksi terletak pada variabel "disposisi" (sikap skeptis pelaksana) dan "sumber daya" (kapabilitas pedagogis guru vokasi), yang diperburuk oleh ambiguitas tujuan kebijakan antara penjaminan mutu dan alat seleksi Perguruan Tinggi (SNBP). Kajian ini menyimpulkan bahwa tanpa strategi manajerial yang adaptif di tingkat sekolah, TKA berisiko mengalihkan fokus SMK dari kesiapan kerja (job readiness) menjadi kesiapan tes (test readiness), yang ironisnya dapat memperlebar kesenjangan kompetensi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01