MANAJEMEN KONFLIK DALAM DUNIA PENDIDIKAN: PERAN ETIKAPROFESI DALAM MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI YANG INKLUSIF
Kata Kunci:
Manajemen Konflik, Etika Profesi, Budaya Inklusif,, ystematic Literature Review, Kepercayaan OrganisasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah kerangka teoritis baru yang mengintegrasikan manajemen konflik, etika profesi, dan pengembangan budaya organisasi inklusif di lembaga pendidikan. Studi ini menjawab celah literatur dengan memposisikan etika profesi sebagai mediator katalitik yang mentransformasikan konflik menjadi peluang untuk memperkuat pilar-pilar inklusivitas. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengidentifikasi dan mensintesis 45 publikasi bereputasi dari dua dekade terakhir yang relevan dengan topik. Kajian mengungkap tiga temuan. Pertama, strategi manajemen konflik yang efektif adalah pendekatan kolaboratif-integratif, yang keefektifannya bergantung pada konteks budaya. Kedua, etika profesi berfungsi sebagai "kompas" dinamis, bukan pedoman statis, yang memandu pengambilan keputusan selama konflik. Ketiga dan yang paling utama, integrasi prinsip etika (seperti keadilan prosedural dan akuntabilitas) ke dalam manajemen konflik berfungsi sebagai mekanisme katalitik. Mekanisme ini mentransformasi konflik menjadi momen pembelajaran untuk membangun kepercayaan (trust), keamanan psikologis (psychological safety), dan persepsi keadilan—fondasi budaya inklusif yang berkelanjutan. Sebagai studi literatur, kerangka ini memerlukan validasi empiris lebih lanjut. Secara praktis, penelitian ini mendorong pemimpin pendidikan untuk merancang proses manajemen konflik yang dijiwai etika, mengubah setiap konflik menjadi investasi strategis bagi inklusivitas. Artikel ini memberikan kontribusi orisinal dengan menghubungkan tataran praktis, normatif, dan kultural dalam satu kerangka koheren, sekaligus menggeser paradigma dari "menyelesaikan konflik" menjadi "menyelesaikan konflik secara etis untuk membangun inklusivitas".




