RITUS “TOA KABA” PADA MASYARAKAT NGADA DAN PERBANDINGANNYA DENGAN KURBAN EKARISTI DALAM GEREJA KATOLIK
Kata Kunci:
Ritus Toa Kaba, Masyarakat Ngada, Kurban Ekaristi, Pengorbanan, Persekutuan, Gereja Katolik, Budaya lokal, InkulturasiAbstrak
Penelitian ini membahas ritus Toa Kaba dalam budaya masyarakat Ngada dan perbandingannya dengan kurban Ekaristi dalam Gereja Katolik. Toa Kaba merupakan ritus adat yang diwujudkan melalui penyembelihan kerbau sebagai bentuk syukur, penghormatan kepada leluhur, permohonan berkat, serta sarana mempererat relasi sosial dalam komunitas. Sementara itu, Ekaristi dipahami sebagai pusat iman Kristiani yang menghadirkan kembali kurban Yesus Kristus demi keselamatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan persamaan, perbedaan, serta nilai inkulturasi antara ritus Toa Kaba dan kurban Ekaristi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis teologis-budaya. Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka, dokumen Gereja, kitab suci, serta kajian budaya Ngada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ritus memiliki persamaan dalam aspek pengorbanan, syukur, persekutuan, dan pemulihan relasi. Namun, terdapat perbedaan mendasar pada sumber iman, makna kurban, dan tujuan ritual. Toa Kaba berakar pada tradisi adat dan relasi dengan leluhur, sedangkan Ekaristi berpusat pada pengorbanan Kristus sebagai kurban keselamatan yang universal. Penelitian ini juga menegaskan bahwa nilai-nilai budaya Ngada dapat menjadi sarana inkulturasi untuk memperdalam penghayatan iman Katolik secara kontekstual.




