MAQĀŞID SURAT AL-FĀTIḤAH (Telaah Tafsīr Maqāşidī Perspektif Waṣfī ‘Āsyūr Abū Zaid dan Kontektualisasinya dalam Berbagai Sendi Kehidupan Manusia)

Penulis

  • Ziyad Ulhaq Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta, Indonesia Penulis
  • Syamsul Ariyadi Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta, Indonesia Penulis
  • Saiful Hidayat Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta, Indonesia Penulis

Kata Kunci:

Maqāşid, Sūrah al-Fātiḥah, Was fī ‘A syu r Abu Zaid, Tafsir al-Mishbah, Iman, Islam, Ihsan

Abstrak

Satu-satunya surat dalam al-Qur’a n yang wajib hukumnya untuk dihafal oleh setiap muslim ialah sūrah al-Fātiḥah. Sūrah al-Fātiḥah ini memiliki maqāşid yang sangat penting untuk diketahui setiap muslim. Was fī  ‘A syu r Abu  Zaid  menawarkan metodenya dalam menguak maqāşid suwar yang sistematis. Penulis harapkan dengan metode tersebut dapat kita temukan maqāşid sūrah al-Fātiḥah yang dapat dipahami dan dihayati oleh setiap pembacanya. Metode tersebut ialah Metode Tekstual, Metode Induktif, Metode Konsklusif dan Metode Eksperimen para Pakar Al-Qur’a n. Dengan menggali metode di atas akan dapat kita temukan maqāşid suwar yang diinginkan. Setelah penulis melakukan penelitian maqāşid sūrah al-Fātiḥah dengan metode dari Was fī  ‘A syu r Abu  Zaid  dan merujuk kepada Tafsir al-Mishbah dan beberapa tafsir lainnya, penulis menemukan tiga bahasan pokok dalam sūrah al-Fātiḥah yaitu; Iman, Islam dan Ihsan. Ketiga pokok isi kandungan sūrah al Fātiḥah ini dapat kita simpulkan sebaga maqāşid yang terdapat di dalamnya yaitu uşūl ad dīn atau arkān ad-dīn. Maka tidak heran sūrah al-Fātiḥah ini sangat penting diketahui, dihafal dan dipahami karena maqāşid yang luhur yang terkandung didalamnya menyangkut pondasi agama dan rukunnya, yang harus kita hadirkan dan pegang teguh pada setiap gerak-gerik dan aktifitas kita sehari-hari. Apapun profesi dan peran kita dalam kehidupan ini, kita tidak boleh melepas perinsip pokok dalam agama ini.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-01