MAQĀŞID SURAT AL-FĀTIḤAH (Telaah Tafsīr Maqāşidī Perspektif Waṣfī ‘Āsyūr Abū Zaid dan Kontektualisasinya dalam Berbagai Sendi Kehidupan Manusia)
Kata Kunci:
Maqāşid, Sūrah al-Fātiḥah, Was fī ‘A syu r Abu Zaid, Tafsir al-Mishbah, Iman, Islam, IhsanAbstrak
Satu-satunya surat dalam al-Qur’a n yang wajib hukumnya untuk dihafal oleh setiap muslim ialah sūrah al-Fātiḥah. Sūrah al-Fātiḥah ini memiliki maqāşid yang sangat penting untuk diketahui setiap muslim. Was fī ‘A syu r Abu Zaid menawarkan metodenya dalam menguak maqāşid suwar yang sistematis. Penulis harapkan dengan metode tersebut dapat kita temukan maqāşid sūrah al-Fātiḥah yang dapat dipahami dan dihayati oleh setiap pembacanya. Metode tersebut ialah Metode Tekstual, Metode Induktif, Metode Konsklusif dan Metode Eksperimen para Pakar Al-Qur’a n. Dengan menggali metode di atas akan dapat kita temukan maqāşid suwar yang diinginkan. Setelah penulis melakukan penelitian maqāşid sūrah al-Fātiḥah dengan metode dari Was fī ‘A syu r Abu Zaid dan merujuk kepada Tafsir al-Mishbah dan beberapa tafsir lainnya, penulis menemukan tiga bahasan pokok dalam sūrah al-Fātiḥah yaitu; Iman, Islam dan Ihsan. Ketiga pokok isi kandungan sūrah al Fātiḥah ini dapat kita simpulkan sebaga maqāşid yang terdapat di dalamnya yaitu uşūl ad dīn atau arkān ad-dīn. Maka tidak heran sūrah al-Fātiḥah ini sangat penting diketahui, dihafal dan dipahami karena maqāşid yang luhur yang terkandung didalamnya menyangkut pondasi agama dan rukunnya, yang harus kita hadirkan dan pegang teguh pada setiap gerak-gerik dan aktifitas kita sehari-hari. Apapun profesi dan peran kita dalam kehidupan ini, kita tidak boleh melepas perinsip pokok dalam agama ini.




