RITUAL SEDEKAH BUMI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA: ANALISIS NILAI RELIGIUS DAN KEMATANGAN BERAGAMA MASYARAKAT DESA KEDUNGWARINGIN
Kata Kunci:
Sedekah Bumi, Psikologi Agama, Religiusitas, Kematangan Beragama, Tradisi IslamAbstrak
Ritual sedekah bumi merupakan tradisi keagamaan dan budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Kedungwaringin sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas rezeki dan kelestarian alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai religius yang terkandung dalam pelaksanaan sedekah bumi serta meninjau bagaimana tradisi tersebut berkontribusi pada pembentukan kematangan beragama masyarakat, ditinjau melalui perspektif psikologi agama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan memanfaatkan teori pengalaman keagamaan, emosi keagamaan, perilaku keberagamaan, dan kematangan beragama sebagaimana dijelaskan dalam literatur psikologi agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa sedekah bumi bukan sekadar tradisi adat, tetapi menjadi media penguatan religiusitas masyarakat melalui internalisasi rasa syukur, kebersamaan, ketergantungan kepada Tuhan, serta pemaknaan spiritual terhadap alam. Tradisi ini juga berperan dalam membentuk kematangan beragama, terutama pada aspek kedalaman batin, keikhlasan, kepasrahan, dan keseimbangan antara ajaran agama dan tradisi lokal. Dengan demikian, sedekah bumi memiliki fungsi psikologis yang penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Kedungwaringin.




