ANALISIS PERBEDAAN VARIASI INTER SLICE GAP TERHADAP SIGNAL TO NOISE RASIO PADA MRI LUMBAL SEKUEN T2WI FSE AXIAL KLINIS HERNIA NUKLEUS PULPOSUS

Penulis

  • Luthfi Dimas Miftahul Khair Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi Bali Penulis
  • Ni Putu Rita Jeniyanthi Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi Bali Penulis
  • Andi Tenri Citra Latif Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi Bali Penulis

Kata Kunci:

MRI Lumbal, Interslice Gap, Signal-To-Noise Ratio (SNR), Hernia Nucleus Pulposus (HNP), T2-Weighted Fast Spin Echo (T2WI FSE)

Abstrak

Latar Belakang: Hernia Nucleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu penyebab utama nyeri punggung bawah yang memerlukan pencitraan akurat untuk diagnosis. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan modalitas andalan di bidang radiologi dengan menggunakan salah satu sekuen T2-weighted Fast Spin Echo (T2WI FSE) axial pada pemeriksaan lumbal untuk menampilkan detail jaringan lunak dan struktur tulang belakang serta cairan. Namun, kualitas citra MRI dapat dipengaruhi oleh parameter teknis seperti interslice gap, yang berperan dalam mengurangi artefak cross-talk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi interslice gap 10% dan 20% terhadap Signal-to-Noise Ratio (SNR) pada MRI lumbal sekuen T2WI FSE axial pada pasien dengan klinis HNP. Metode: Penelitian eksperimental kuantitatif ini melibatkan 20 pasien HNP yang menjalani MRI lumbal di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar menggunakan pesawat 1,5 Tesla Toshiba Vantage Elan. Setiap pasien diperiksa dengan dua variasi interslice gap 10% dan 20% pada sekuen T2WI FSE axial. Pengukuran SNR dilakukan menggunakan Region of Interest (ROI) pada tiga struktur anatomi utama: corpus lumbalis, discus lumbalis, dan Cerebrospinal Fluid (CSF). Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro- Wilk dan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menentukan perbedaan signifikan antara kedua variasi interslice gap Hasil:. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata SNR tertinggi ditemukan pada penggunaan interslice gap 20% untuk semua anatomi, yaitu corpus lumbalis (9,40), discus lumbalis (10,77), dan CSF (20,02). Analisis statistik mengungkapkan bahwa perbedaan SNR antara kedua variasi gap hanya signifikan secara statistik pada CSF (p=0,038), sedangkan pada corpus lumbalis (p=0,232) dan discus lumbalis (p=0,502) tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa interslice gap yang lebih lebar (20%) cenderung meningkatkan kualitas sinyal, terutama pada struktur cairan seperti CSF, karena mengurangi interferensi eksitasi radiofrekuensi antar-irisan Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan interslice gap 20% dapat direkomendasikan untuk optimasi kualitas citra MRI lumbal sekuen T2WI FSE axial, khususnya dalam evaluasi patologi yang melibatkan cairan serebrospinal. Namun, untuk struktur padat seperti tulang dan diskus, pemilihan interslice gap dapat lebih fleksibel tergantung kebutuhan klinis

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-01