PERBANDINGAN INTERPRETASI LUKA AKIBAT KEKERASAN TUMPUL ANTARA DOKTER SPESIALIS FORENSIK DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA KASUS FORENSIK KLINIK DI RSUD DR. PIRNGADI KOTA MEDAN

Penulis

  • Dedi Andika Septiawan Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Adriansyah Lubis Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Doaris Ingrid Marbun Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Netty Herawati Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Dessy D.Harianja Universitas Sumatera Utara Penulis

Kata Kunci:

Artificial intelligence, Chat GPT 5.2, Forensik Klinik, Fotografi Forensik, Kekerasan Tumpul

Abstrak

Latar belakang: Dalam dunia kedokteran forensik, interpretasi terhadap luka akibat kekerasan tumpul merupakan aspek krusial dalam menilai bentuk, derajat, hingga kemungkinan mekanisme terjadinya trauma. Artificial Intellegence (Chat GPT 5.2) telah diaplikasikan secara luas dalam berbagai bidang, termasuk Kesehatan. Namun, hingga saat ini, belum banyak penelitian yang secara khusus menilai sejauh mana akurasi dan kesesuaian interpretasi AI dalam bidang forensik klinik dibandingkan dengan interpretasi oleh dokter spesialis forensik yang memiliki pengalaman langsung. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini bertujuan membandingkan interpretasi luka akibat kekerasan tumpul antara dokter spesialis forensik dan Artificial Intelligence (Chat GPT 5.2) berdasarkan deskripsi foto kasus forensik klinik di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Waktu penelitian ini dilakukan selama tiga bulan sejak tanggal 1 Oktober 2025 sampai 31 Desember 2025 di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Sampel penelitian berjumlah 106 sampel foto luka akibat kekerasan tumpul yang memenuhi kriteria inklusi dan diinterpretasikan oleh tiga orang dokter spesialis forensik dan AI (Chat GPT 5.2) dan di uji dengan uji statistik Cohen’s kappa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan interpretasi jenis luka menunjukkan hasil uji cohen’s kappa diperoleh nilai k = 0.906 atau sangat baik. warna luka diperoleh nilai k = 0.454 atau sedang, bentuk luka diperoleh nilai k = 0.502 atau sedang, ukuran luka diperoleh nilai k = -0,08 atau sangat rendah/tidak ada kesesuaian pada ukuran luka dan Tingkat kesesuaian interpretasi luka sangat akurat (38,6%), akurat (41,5%), Cukup akurat (15,1%) dan tidak akurat (4,7%). Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AI memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam interpretasi awal luka akibat kekerasan tumpul, namun belum dapat menggantikan peran dokter spesialis forensik sebagai pengambil keputusan akhir. AI lebih tepat diposisikan sebagai clinical decision support system yang membantu meningkatkan efisiensi dan konsistensi analisis, sementara validitas medis dan yuridis tetap bergantung pada pemeriksaan komprehensif oleh dokter spesialis forensik.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-01