GAMBARAN KARAKTERISTIK KLINIS DAN LUARAN DINI PASCA SIRKUMSISI PADA ANAK USIA 2 BULAN–12 TAHUN DI ACARA BAKSOS FAKULTAS KEDOKTERAN UNJANI TAHUN 2026 : STUDI DESKRIPTIF TERHADAP 119 PASIEN

Penulis

  • Fitriardi Sejati Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Jendral Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia Penulis
  • Aninditha Larasati Dewi Program Studi Profesi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Jendral Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia Penulis
  • Farelluna Lady Yusmana Program Studi Profesi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Jendral Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia Penulis
  • Shakhrukh Khan Widra Azis Program Studi Profesi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Jendral Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia Penulis

Kata Kunci:

Anak, Karakteristik Klinis, Luaran Dini, Sirkumsisi

Abstrak

Sirkumsisi merupakan tindakan bedah minor yang umum dilakukan pada anak, baik atas indikasi medis maupun sosial, budaya, dan agama. Meskipun relatif aman, sirkumsisi tetap dapat menimbulkan komplikasi dini. Data mengenai karakteristik dan luaran dini sirkumsisi pada anak di Indonesia masih terbatas. Tujuannya untuk mengetahui gambaran karakteristik klinis dan luaran dini pasca sirkumsisi pada anak usia 2 bulan–12 tahun pada kegiatan khitan massal Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada Maret–Juli 2026. Subjek penelitian berjumlah 119 anak usia 2 bulan–12 tahun yang menjalani sirkumsisi. Data meliputi usia, indikasi, teknik sirkumsisi, jenis anestesi, dan komplikasi dini dalam 7 hari pascatindakan. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Kelompok usia terbanyak adalah 1–4 tahun sebanyak 57 pasien (47,9%), diikuti usia 5–9 tahun sebanyak 39 pasien (32,8%). Indikasi terbanyak adalah ritual/agama sebanyak 91 pasien (76,5%), sedangkan indikasi medis meliputi fimosis patologis 20 pasien (16,8%), parafimosis 5 pasien (4,2%), dan infeksi saluran kemih (ISK) rekuren 3 pasien (2,5%). Komplikasi dini ditemukan pada 23 pasien (19,3%), dengan komplikasi terbanyak berupa edema penis (10,1%), infeksi luka ringan (4,2%), perdarahan minor (2,5%), demam (1,7%), dan dehisens (0,8%). Sirkumsisi pada kegiatan khitan massal ini paling banyak dilakukan pada anak usia 1–4 tahun dengan indikasi ritual/agama. Komplikasi dini ditemukan pada sebagian kecil pasien dan sebagian besar berupa komplikasi minor, dengan edema penis sebagai komplikasi yang paling sering ditemukan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-01