PENGARUH LAMA FERMENTASI SAROBUOANG TERHADAP AKTIVITAS INHIBISI ENZIM HMG-COA REDUKTASE SEBAGAI POTENSI PANGAN FUNGSIONAL PENURUN KOLESTEROL

Penulis

  • Niken Arma Hidayah Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau, Pekanbaru Penulis
  • Rudi Hendra Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau, Pekanbaru Penulis
  • Saryono Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau, Pekanbaru Penulis

Kata Kunci:

Sarobuoang, Fermentasi, HMG-CoA Reduktase, Pangan Fungsional, Kolesterol

Abstrak

Sarobuoang merupakan pangan tradisional berbahan dasar rebung yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional untuk pengendalian kadar kolesterol. Fermentasi dapat memengaruhi komponen bioaktif dalam bahan pangan yang berpotensi memberikan aktivitas penghambatan terhadap enzim 3-hidroksi-3-metilglutaril-koenzim A (HMG-CoA) reduktase yaitu enzim kunci dalam biosintesis kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama fermentasi Sarobuoang terhadap aktivitas inhibisi enzim HMG-CoA reduktase serta mengevaluasi potensinya sebagai pangan fungsional penurun kolesterol. Penelitian dilakukan dengan variasi lama fermentasi 1, 3, 5, 7 dan 9 hari. Aktivitas inhibisi HMG-CoA reduktase ditentukan secara spektrofotometri berdasarkan perubahan absorbansi NADPH pada panjang gelombang 340 nm dan dinyatakan dalam persentase inhibisi. Atorvastatin digunakan sebagai kontrol positif sedangkan perlakuan denaturasi dilakukan untuk mengevaluasi kestabilan komponen penghambat terhadap panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas inhibisi meningkat seiring bertambahnya lama fermentasi hingga hari ke-7 kemudian menurun pada hari ke-9. Persentase inhibisi rata-rata pada fermentasi hari ke-1, 3, 5, 7 dan 9 berturut-turut sebesar 32,96%; 39,05%; 62,71%; 68,43%; dan 57,96% sedangkan kontrol positif atorvastatin menunjukkan inhibisi sebesar 73,95%. Perlakuan denaturasi menurunkan aktivitas inhibisi pada seluruh lama fermentasi dengan penurunan paling besar terlihat pada fermentasi hari ke-7 yaitu dari 68,43% menjadi 47,53%. Dengan demikian Sarobuoang hasil fermentasi berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional untuk mendukung pengendalian kolesterol. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif yang berperan dan menguji efektivitasnya secara in vivo.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-01