SABAR DAN RESILIENSI PSIKOSPIRITUAL: TAFSIR SUFI QS. AL- BAQARAH [2]: 153 DI TENGAH KRISIS KESEHATAN MENTAL GEN Z

Penulis

  • Muhammad Naufal Rafif Ramadhan UIN Sunan Ampel Surabaya Penulis
  • Abd. Kholid UIN Sunan Ampel Surabaya Penulis

Kata Kunci:

Sabar, Resiliensi Psikospiritual, Tafsir Sufi, QS. Al-Baqarah: 153

Abstrak

Penelitian ini membahas urgensi konsep sabar dan salat (QS. Al-Baqarah: 153) sebagai landasan untuk membangun Resiliensi Psikospiritual di tengah krisis kesehatan mental yang dihadapi oleh Generasi Z (Gen Z). Sabar, yang secara etimologi berarti menahan dan mencegah, dalam tradisi sufi dipandang sebagai amal batin yang paling berat dan merupakan prinsip takhliyah (pengosongan diri dari maksiat/hawa nafsu). Salat adalah taḥliyah (pengisian spiritual) dan sarana mi‘raj bagi mukminin,. Penafsiran sufi secara spesifik berfokus pada dimensi batiniah ayat ini, menekankan bahwa penyatuan sabar dan salat adalah syarat mutlak untuk mencapai Ma‘iyyatullah (kebersamaan dan pertolongan Ilahi),,. Dalam konteks Gen Z, sabar diaktualisasikan sebagai disiplin digital (menahan FoMO dan perbandingan sosial), sedangkan salat berfungsi sebagai sumber validasi internal yang mengatasi ma‘īsyatan dhanka (kekosongan batin),,. Dengan menggunakan metode kajian kepustakaan kualitatif dan analisis isi, artikel ini menyajikan interpretasi Tafsir Sufi yang segar sebagai kerangka teologis yang kuat untuk membentuk ketahanan jiwa yang berakar pada akidah tauhid dan praktik spiritual.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-01