ASESMEN BIMBINGAN KONSELING
Kata Kunci:
Asesmen, Bimbingan dan Konseling, Fungsi, Tujuan, Prosedur AsesmenAbstrak
Asesmen bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dalam proses pelayanan konseling yang bertujuan untuk memahami dan membantu individu secara menyeluruh. Asesmen dalam bimbingan dan konseling dapat diartikan sebagai proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data untuk memperoleh gambaran utuh tentang karakteristik peserta didik, baik dari aspek kognitif, afektif, sosial, maupun perilaku. Bimbingan dan konseling sendiri merupakan proses bantuan profesional yang dilakukan oleh konselor kepada individu agar mampu memahami diri, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan secara optimal. Fungsi utama bimbingan dan konseling mencakup fungsi pemahaman, pencegahan, pengentasan, pemeliharaan, dan pengembangan. Tujuan akhirnya adalah membantu individu mencapai perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier yang seimbang. Dalam konteks ini, asesmen memiliki kedudukan yang strategis karena menjadi dasar dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi program layanan bimbingan dan konseling. Sasaran asesmen mencakup individu, kelompok, serta lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan konseli. Prosedur asesmen dilakukan melalui beberapa tahap, yakni perencanaan, pengumpulan data dengan berbagai teknik (observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi), pengolahan serta interpretasi data, hingga pelaporan dan tindak lanjut hasil asesmen. Dengan demikian, asesmen menjadi instrumen utama dalam menjamin efektivitas layanan bimbingan dan konseling, sehingga konselor dapat memberikan bantuan yang tepat sasaran dan berlandaskan pada data yang akurat




