PERAN INSTITUSI FORMAL DAN ORIENTASI MASA DEPAN ANAK JALANAN DI PSBR TARUNA JAYA 2
Kata Kunci:
Institusi Formal, Orientasi Masa Depan, Anak Jalanan, Rehabilitasi Sosial, Bimbingan Penyuluhan IslamAbstrak
Penelitian ini menganalisis peran institusi formal dalam membentuk orientasi masa depan anak jalanan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya 2. Penelitian ini berasal dari kenyataan lapangan bahwa banyak warga binaan sosial masuk ke panti setelah mengalami konflik keluarga, penelantaran, lemahnya pengawasan orang tua, dan pola bertahan hidup di jalanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif bercorak fenomenologis. Data diperoleh selama Praktikum Profesi Mikro mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam pada April-Mei 2026 melalui observasi partisipatif, wawancara informal, diskusi kelompok, dokumentasi, dan catatan reflektif selama enam belas pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSBR Taruna Jaya 2 berperan sebagai institusi formal melalui perlindungan dasar, penempatan asrama, aturan harian, pengawasan sosial, pendampingan emosional, bimbingan spiritual, pelatihan keterampilan, dan persiapan reintegrasi. Praktik kelembagaan tersebut membantu WBS beralih dari pola bertahan hidup jangka pendek menuju orientasi masa depan, yang terlihat melalui motivasi bekerja, keinginan mandiri, dan harapan untuk tidak kembali ke jalanan. Namun, orientasi masa depan masih dipengaruhi ketidakpastian keluarga, stigma sosial, keterbatasan pendidikan, dan lemahnya pendampingan pasca rehabilitasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya rehabilitasi yang berorientasi masa depan, layanan lanjutan, dan pendekatan Bimbingan Penyuluhan Islam yang integratif bagi remaja rentan.




