PEMIKIRAN PENDIDIKAN AKHLAK IBNU MISKAWAIH DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM MODERN
Kata Kunci:
Pendidikan Akhlak, Ibn Miskawaih, Pendidikan IslamAbstrak
Perkembangan globalisasi yang pesat pada abad ke-21 telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dunia pendidikan, terutama dengan munculnya ketidakseimbangan antara pencapaian intelektual dan perkembangan moral. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan tersebut, yaitu masih terbatasnya integrasi pendidikan moral dalam sistem pendidikan modern yang cenderung lebih menekankan pada kemampuan kognitif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan akhlak menurut Ibn Miskawaih serta menganalisis relevansinya dalam konteks pendidikan masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari karya utama Ibn Miskawaih, Tahdhib al-Akhlaq, serta berbagai sumber pendukung berupa buku dan jurnal ilmiah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis), yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Ibn Miskawaih berfokus pada pembentukan akhlak melalui pembiasaan, pelatihan jiwa, keteladanan, serta penggunaan akal secara bijaksana. Menurut pandangannya, pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk individu yang memiliki keseimbangan antara aspek moral dan intelektual. Nilai-nilai utama seperti kebijaksanaan, keberanian, sikap moderat, dan keadilan merupakan unsur penting dalam pembentukan karakter. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan Ibn Miskawaih masih sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan moral pada era modern. Integrasi pendidikan akhlak ke dalam sistem pendidikan masa kini dapat membantu membentuk individu yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter kuat. Dengan demikian, pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mampu menyelaraskan perkembangan intelektual dengan pembinaan moral sehingga menghasilkan manusia yang utuh dan berkepribadian mulia.




