ANALISIS EFISIENSI BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL DI INDONESIA:PENDEKATAN DEA PERIODE 2021-2023

Penulis

  • Jilan Sajida Universitas Islam Tazkia Penulis
  • Khalisa Alayya Universitas Islam Tazkia Penulis

Kata Kunci:

Efisiensi Perbankan, Bank Syariah, Bank Konvensional, DEA, Konsolidasi BSI

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efisiensi operasional bank syariah dan konvensional di Indonesia periode 2021–2023, khususnya dalam konteks pemulihan pasca-pandemi dan pasca-konsolidasi BSI. Masalah penelitian difokuskan pada apakah integrasi struktural perbankan syariah telah mengoptimalkan kinerja dibandingkan bank konvensional. Metode yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan Constant Return to Scale (CCR) dan Variable Return to Scale (BCC). Variabel input meliputi dana pihak ketiga, total aset, dan tenaga kerja, sedangkan output meliputi pembiayaan/kredit dan pendapatan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bank konvensional memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dengan rata-rata VRS 0,93 dan CRS 0,75, dibandingkan bank syariah sebesar 0,69 dan 0,52. Dampak konsolidasi BSI belum stabil, ditandai penurunan efisiensi pada 2022 sebelum pulih di 2023. Analisis skala menunjukkan sebagian besar bank syariah berada pada kondisi increasing returns to scale (IRS), mengindikasikan skala operasional belum optimal. Secara praktis, temuan ini mengharuskan pemangku kepentingan perbankan syariah untuk fokus pada optimalisasi skala usaha, peningkatan kualitas manajerial, dan efektivitas penyaluran pembiayaan. Orisinalitas penelitian ini terletak pada evaluasi efisiensi di tengah persimpangan unik antara pemulihan ekonomi dan pergeseran struktural besar dalam lanskap keuangan syariah di Indonesia, memberikan penilaian kritis terhadap periode integrasi pasca-merger.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-01