“PERAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN DALAM PEMBENTUKAN ETIKA SOSIAL: KAJIAN LINTAS AGAMA DUNIA” FOKUS: NILAI-NILAI MORAL DAN ETIKA SOSIAL YANG BERSUMBER DARI AJARAN AGAMA
Kata Kunci:
Etika Sosial, Lintas Agama, Nilai MoralAbstrak
Agama dan sistem kepercayaan memiliki peran fundamental dalam membentuk nilai-nilai moral dan etika sosial yang menjadi landasan kehidupan manusia. Di tengah modernisasi dan globalisasi yang memunculkan krisis moral dan intoleransi, pemahaman lintas agama mengenai nilai-nilai moral universal menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ajaran agama-agama besar dunia seperti Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dan kepercayaan lokal, mengajarkan nilai moral serta berperan dalam membentuk etika sosial yang inklusif dan berkeadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan observasi, serta analisis secara deskriptif-analitis dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tradisi keagamaan memiliki ajaran moral universal seperti kejujuran, kasih sayang, tanggung jawab, dan keadilan yang berfungsi membentuk perilaku sosial bermartabat. Ajaran Islam menekankan akhlaq al-karimah, Kristen berfokus pada kasih agape, Hindu dan Buddha menonjolkan Dharma, Karma, dan Ahimsa, sedangkan Konghucu menegaskan Ren dan Li sebagai dasar keharmonisan sosial. Temuan baru memperlihatkan adanya konvergensi nilai moral lintas agama, di mana ajaran-ajaran klasik ditafsirkan ulang untuk menghadapi isu global seperti perdamaian, kesetaraan, dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, agama berperan bukan hanya sebagai sumber spiritualitas, tetapi juga sebagai kekuatan moral global dalam membangun kesadaran kemanusiaan universal




