AL ITQON FI ULUMIL QUR’AN: PETA KEILMUAN AL-SUYUTI UNTUK TANTANGAN KEILMUAN MASA KINI
Kata Kunci:
Al-Suyūṭī, Al-Itqān Fī ʿUlūm Al-Qur’ān, Epistemologi Qur’ānic, Ulūm Al- Qur’ān, Studi Keislaman ModernAbstrak
Penelitian ini menelaah karya monumental Al-Itqān fī ʿUlūm al-Qur’ān karya Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī sebagai sistem pengetahuan Qur’ānic yang paling komprehensif dalam tradisi Islam klasik. Tujuan utama kajian ini adalah untuk memahami landasan epistemologis dan metodologis di balik penyusunan struktur ilmu al-Qur’an yang terdiri dari enam kategori besar dan delapan puluh cabang ilmu sebagaimana dirumuskan oleh al-Suyūṭī. Melalui analisis kepustakaan dan pendekatan historis-epistemik, penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana Al-Itqān tidak hanya berfungsi sebagai ensiklopedia keilmuan, tetapi juga sebagai kerangka berpikir integratif dalam memahami al-Qur’an secara menyeluruh mencakup aspek teks, sejarah, bahasa, bacaan, dan tafsir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah System Literature Review (SLR). Metode SLR digunakan untuk mengidentifikasi, meninjau, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia di bidang subjek dari fenomena yang menarik, serta pertanyaan penelitian terkait tertentu. Dengan menggunakan metode SLR, artikel jurnal dapat direview dan diidentifikasi secara sistematis, dan langkah atau prosedur yang telah ditentukan dapat diikuti dalam setiap proses. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem klasifikasi al-Suyūṭī merepresentasikan upaya integrasi berbagai disiplin ilmu Qur’ān menjadi satu kesatuan epistemik yang utuh. Relevansinya pada masa kini tampak dalam potensi Al-Itqān untuk dijadikan acuan dalam pendidikan Islam, pengembangan kurikulum, dan riset interdisipliner yang menghubungkan tradisi klasik dengan pendekatan modern seperti linguistik, hermeneutika, dan digitalisasi mushaf. Dengan demikian, karya ini tetap aktual sebagai dasar bagi pembaharuan dan revitalisasi studi ulūm al-Qur’ān di era kontemporer




