SINAMOT SEBAGAI SIMBOL PENERIMAAN BAGI PEREMPUAN (Struktur Kekerabatan Masyarakat Batak Toba dalam Pemikiran Lévi Strauss)

Penulis

  • Agustina Silitonga Universitas Sahid Jakarta Penulis
  • Frengky Universitas Sahid Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Sinamot, Penerimaan Perempuan, Dalihan Na Tolu, Sistem Kekerabatan, Strukturalisme Lévi-Strauss

Abstrak

Sinamot dalam masyarakat Batak Toba bukan sekadar mahar, tetapi berfungsi sebagai simbol penerimaan perempuan dalam sistem kekerabatan, yang memastikan integrasi sosial melalui Dalihan Na Tolu. Tradisi ini mengalami perubahan makna di era modern, di mana sebagian masyarakat mulai melihatnya sebagai beban ekonomi atau bentuk jual beli perempuan, terutama ketika jumlahnya ditentukan dengan harga tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Strukturalisme Lévi-Strauss untuk menganalisis peran Sinamot dalam sistem pertukaran sosial. Dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi pergeseran makna akibat modernisasi, Sinamot tetap berfungsi sebagai mekanisme sosial yang memperkuat hubungan antar marga dan identitas budaya Batak Toba. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika gender dalam perkawinan adat dan bagaimana nilai tradisional terus beradaptasi dalam konteks masyarakat modern.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01