MANIPULASI LINGUISTIK SEBAGAI ALAT KEKUASAAN DALAM NOVEL BABEL: KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS

Penulis

  • Baiq Dahlia Putri Ayuningtias Universitas Mataram Penulis
  • Mahsun Universitas Mataram Penulis
  • Ahmad Sirulhaq Universitas Mataram Penulis

Kata Kunci:

Manipulasi Linguistik, Analisis Wacana Kritis, Novel Babel

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan manipulasi linguistik dalam novel Babel karya R.F. Kuang menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) pemikiran Teun A. van Dijk. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan novel Babel sebagai sumber data. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan wacana yang termuat pada dialog tokoh dan narasi dalam cerita. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis van Dijk, yaitu dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks untuk mengungkap bagaimana wacana digunakan sebagai alat kekuasaan. Hasil penelitian pada unsur teks, tingkat struktur makro, tema besar yang mendasari wacana erat kaitannya dengan bahasa dan pengetahuan sebagai instrumen kekuasaan kolonial. Pada tingkat superstruktur, penyajian peristiwa dan dialog tokoh disusun secara sistematis mulai dari bagian orientasi, klimaks, dan resolusi  yang memperlihatkan dominasi kekuasaan Inggris. Sementara itu, pada struktur mikro, manipulasi muncul melalui berbagai unsur seperti semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Unsur tersebut bekerja untuk membingkai realitas, mengaburkan pelaku dominasi, dan menanamkan cara pandang tertentu kepada tokoh dan pembaca. Novel Babel menunjukkan kognisi sosial R. F. Kuang dalam memandang kolonialisme sebagai praktik yang tidak hanya merampas sumber daya, tetapi juga merusak budaya dan identitas bangsa terjajah. Realitas sosial abad ke-19 di Inggris, seperti rasisme, perbudakan, dan industrialisasi, direpresentasikan melalui pengalaman para tokohnya. Selain itu, Kuang menegaskan bahwa penguasaan bahasa menjadi strategi utama imperium untuk memperkuat dan melegitmasi kekuasaan. 

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-01