MITOS DALAM CERITA RAKYAT AMAT RHANG MAYANG DARI KRUENG RAYA KABUPATEN ACEH  BESAR DAN CERITA RAKYAT SI TANGGANG  DARI MALAYSIA: KAJIAN SASTRA BANDINGAN

Penulis

  • Sri Ulina Beru Ginting STKIP Budidaya Binjai Penulis
  • Dina Pebriana Br Ginting STKIP Budidaya Binjai Penulis
  • Adinda Ayu Fitri STKIP Budidaya Binjai Penulis
  • Cindy Aulia STKIP Budidaya Binjai Penulis
  • Didi Surya Atmaja STKIP Budidaya Binjai Penulis

Kata Kunci:

Mitos, Cerita Rakyat, Amat Rhang Mayang, Si Tanggang, Sastra Bandingan

Abstrak

Mitos merupakan bagian dari warisan budaya yang hidup dan berkembang dalam masyarakat sebagai sarana penyampaian nilai moral, norma sosial, serta pandangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan, perbedaan, dan transformasi struktur mitos dalam cerita rakyat Amat Rhang Mayang dari Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar dan Si Tanggang dari Malaysia melalui kajian sastra bandingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif. Data penelitian berupa narasi, dialog, dan unsur-unsur cerita yang mengandung mitos, nilai budaya, serta pesan moral yang terdapat dalam kedua cerita rakyat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik simak-catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan membandingkan unsur-unsur mitos berdasarkan teori sastra bandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita memiliki persamaan pada struktur naratif, yaitu tokoh utama berasal dari keluarga miskin, merantau untuk mengubah nasib, memperoleh kesuksesan, menikah dengan perempuan dari kalangan terpandang, kemudian durhaka kepada orang tua hingga menerima kutukan menjadi batu. Persamaan tersebut menunjukkan adanya kesamaan nilai budaya Melayu yang menekankan pentingnya menghormati orang tua. Adapun perbedaannya terletak pada nama tokoh, latar tempat, proses mencapai kesuksesan, status pasangan hidup, serta bentuk kutukan yang diterima. Transformasi struktur cerita menunjukkan adanya penyesuaian unsur budaya lokal tanpa mengubah pesan moral utama yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menegaskan bahwa mitos dalam kedua cerita rakyat berfungsi sebagai media pendidikan karakter yang mengajarkan nilai bakti kepada orang tua, kerendahan hati, serta pentingnya tidak melupakan asal-usul setelah mencapai kesuksesan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-01