URGENSI DAN INOVASI LITERASI DIGITAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH URBAN: STUDI KASUS TANTANGAN PEMBELAJARAN TERKINI
Kata Kunci:
Literasi Digital, Wilayah Urban, Inovasi Pembelajaran, Tantangan Literasi DigitalAbstrak
Penelitian ini mengkaji pentingnya urgensi dan inovasi literasi digital bagi siswa di tingkat sekolah dasar di lingkungan perkotaan, dengan fokus pada UPT SPF SD Inpres Maccini, Makassar. Latar belakang menunjukkan akses teknologi yang tinggi namun pemanfaatannya untuk pendidikan masih rendah: data dari BPS (2024) menunjukkan bahwa sebagian besar anak berusia 5–24 tahun menggunakan internet terutama untuk kegiatan hiburan, sementara pemanfaatan untuk pembelajaran daring sangat minim. Untuk mendapatkan data, digunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menerapkan studi kasus, yang meliputi observasi kelas, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi; analisis isi dan triangulasi diterapkan untuk meningkatkan akurasi hasil. Temuan menunjukkan bahwa meskipun siswa sudah terbiasa dengan perangkat digital dan guru telah menggunakan media dasar seperti video, gambar interaktif dan sumber online, penggunaan teknologi lebih banyak diarahkan untuk hiburan daripada untuk kegiatan belajar yang produktif. Beberapa tantangan utama termasuk rendahnya kemampuan memilah informasi, kurangnya pemahaman tentang etika digital, perbedaan dalam akses dan kemampuan, keterbatasan keterampilan guru serta risiko terhadap konsumsi konten yang tidak terkelola. Hasil penelitian juga menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran berbasis digital seperti video edukasi, aplikasi belajar, dan tugas digital yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman materi, serta keterampilan berpikir kritis, asalkan didukung dengan pelatihan bagi guru, fasilitas yang memadai, integrasi dalam kurikulum, dan dukungan dari orang tua. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital sejak pendidikan dasar dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum, meningkatkan kemampuan pengajar, menyediakan sumber daya dan infrastruktur, serta menciptakan program kebiasaan dan pendidikan karakter digital untuk membentuk penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, kritis, dan produktif.




