STRATEGI PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI PENDEKATAN BEHAVIORISME PADA ANAK USIA 14 TAHUN DI SEKOLAH SMPN 22 SURABAYA KELAS VIII-C
Kata Kunci:
Perilaku Mengganggu, Behaviorisme, Penguatan, Sistem Zonasi, Pengelolaan KelasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan strategi tersebut sebagai upaya dalam mendisiplinkan tiga anak kelas VIII-C sebagai objek permasalahan penelitian secara deskriptif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan refleksi guru. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku mengganggu muncul sebagai respons yang diperkuat oleh lingkungan, baik melalui perhatian teman sebaya maupun kurangnya konsekuensi yang konsisten dari guru. Dalam perspektif teori behaviorisme dari B. F. Skinner, perilaku tersebut merupakan hasil dari proses operant conditioning, di mana penguatan positif dan negatif berperan dalam membentuk kebiasaan siswa. Selain itu, penerapan sistem zonasi turut mempengaruhi heterogenitas karakter peserta didik sehingga meningkatkan tantangan dalam pengelolaan kelas. Upaya penanganan yang efektif meliputi pemberian penguatan positif, penghapusan penguatan negatif, penerapan konsekuensi yang konsisten, serta pengelolaan kelas yang adaptif. Dengan pendekatan yang tepat, perilaku peserta didik dapat diarahkan menjadi lebih positif sehingga mendukung terciptanya pembelajaran yang kondusif.




