HUBUNGAN STATUS FISIK AMERICAN SOCIETY OF ANESTHESIOLOGISTS (ASA), LAMA OPERASI, DAN SUHU TUBUH DENGAN WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN PASCA GENERAL ANESTESI
Kata Kunci:
General Anestesi, Lama Operasi, Status Fisik ASA, Suhu Tubuh, Waktu Pulih SadarAbstrak
Latar Belakang: Pembedahan dengan general anestesi merupakan tindakan medis invasif untuk memperbaiki kondisi kesehatan pasien yang berisiko menimbulkan komplikasi pascaoperasi, salah satunya adalah keterlambatan waktu pulih sadar. Keterlambatan waktu pulih sadar dapat berdampak pada keselamatan pasien serta efisiensi pelayanan di ruang pemulihan. Faktor- faktor yang diduga memengaruhi waktu pulih sadar meliputi status fisik American Society of Anesthesiologists (ASA), lama operasi, dan suhu tubuh pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status fisik American Society of Anesthesiologists (ASA), lama operasi, dan suhu tubuh dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca general anestesi Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 91 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, dan rekam medis pasien. Waktu pulih sadar dinilai menggunakan Modified Aldrete Score setiap 5 menit sekali. Analisa data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status fisik ASA, lama operasi dan suhu tubuh dengan waktu pulih sadar dengan nilai p-value = 0,000 (<0,05). Pasien dengan status fisik ASA yang lebih tinggi, durasi operasi yang lebih lama, serta kondisi hipotermia cenderung mengalami waktu pulih sadar yang lebih lama. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status fisik ASA, lama operasi, dan suhu tubuh dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca general anestesi.




