HUBUNGAN PERSEPSI ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MEMBERIKAN DUKUNGAN DALAM MENGHADAPI MASA PUBERTAS PADA ANAK DISABILITAS DI SLB NEGERI JEMBER
Kata Kunci:
Persepsi Orang Tua, Dukungan Orang Tua, Pubertas, Anak DisabilitasAbstrak
Masa pubertas merupakan periode perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang memerlukan dukungan orang tua. Anak disabilitas sering mengalami kesulitan dalam memahami perubahan tersebut sehingga membutuhkan pendampingan yang optimal. Persepsi orang tua terhadap kondisi anak dapat memengaruhi kemampuan dalam memberikan dukungan selama masa pubertas. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 orang tua yang memiliki anak disabilitas yang telah memasuki masa pubertas di SLB Negeri Jember dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner persepsi orang tua dan kemampuan memberikan dukungan. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan α ≤ 0,05. Sebagian besar responden memiliki persepsi kategori cukup sebanyak 54 responden (83,1%) dan kemampuan memberikan dukungan kategori tinggi sebanyak 35 responden (53,8%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,483, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara persepsi orang tua dan kemampuan memberikan dukungan. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi orang tua dengan kemampuan memberikan dukungan dalam menghadapi masa pubertas pada anak disabilitas. Semakin baik persepsi orang tua, semakin baik kemampuan dalam memberikan dukungan kepada anak selama menghadapi masa pubertas.




