HUBUNGAN KESIAPAN MENJADI ORANG TUA DENGAN PERSEPSI PAIN CATASTROPHIZING MASA PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGSALSARI

Penulis

  • Dwi Ayu Nabila Putri Universitas Muhammadiyah Jember Penulis
  • Diyan Indriyani Universitas Muhammadiyah Jember Penulis
  • Siti Kholifah Universitas Muhammadiyah Jember Penulis

Kata Kunci:

Kesiapan Menjadi Orang Tua, Pain Catastrophizing, Ibu Hamil Trimester III

Abstrak

Latar Belakang: Kesiapan menjadi orang tua merupakan kondisi multidimensional yang mencakup kesiapan psikologis, emosional, sosial, dan fisik dalam menghadapi persalinan serta menjalankan peran sebagai orang tua. Rendahnya kesiapan menjadi orang tua dapat memengaruhi cara ibu memaknai nyeri persalinan sehingga meningkatkan kecenderungan pain catastrophizing. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kesiapan menjadi orang tua dengan persepsi pain catastrophizing pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Bangsalsari. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 52 ibu hamil trimester III dipilih sebagai sampel dari total populasi 59 orang menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapan menjadi orang tua dan pain catastrophizing scale (PCS), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 30 responden (57,7%) memiliki kesiapan menjadi orang tua dalam kategori kurang, sedangkan 31 responden (59,6%) memiliki tingkat pain catastrophizing yang tinggi. Hasil analisis Spearman's Rho menunjukkan nilai p < 0,000 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,930. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara kesiapan menjadi orang tua dengan pain catastrophizing pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Bangsalsari. Diskusi: Semakin rendah tingkat kesiapan menjadi orang tua, maka semakin tinggi kecenderungan persepsi pain catastrophizing masa persalinan. Ketidaksiapan memicu kegagalan regulasi kognitif dan distres pranatal, sehingga kontraksi yang bersifat fisiologis dipersepsikan sebagai ancaman yang menakutkan (magnification) disertai perasaan tidak berdaya (helplessness).

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01