HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA WANITA MENOPAUSE DI KELURAHAN TEGAL GEDE KABUPATEN JEMBER
Kata Kunci:
Self Efficacy, Kesehatan Mental, Wanita MenopauseAbstrak
Pendahuluan: Menopause merupakan fase alami wanita yang menyebabkan perubahan hormonal dan dapat memengaruhi kondisi fisik serta psikologis. Perubahan tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi. Self-efficacy berperan dalam membantu wanita menopause menghadapi perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self-efficacy dengan kesehatan mental pada wanita menopause di Kelurahan Tegal Gede Kabupaten Jember. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 175 responden di Kelurahan Tegal Gede Kabupaten Jember dan menggunakan teknik sampling cluster random sampling. Data self efficacy dikumpulkan menggunakan kuesioner General Self Efficacy Scale (GSES), dan kesehatan mental diukur menggunakan kuisioner Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21). Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat karakteristik responden dan bivariat untuk melihat hubungan antar variabel, kekuatan, serta arah dengan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian diperoleh sebagian besar responden memiliki self-efficacy sedang dengan persentase 50,9%. Kesehatan mental responden sebagian besar kurang baik dengan persentase 41,7%. Hasil uji statistic menunjukkan p value 0,000 (< 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,598, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan kuat dan arah positif antara self-efficacy dan kesehatan mental. Simpulan: Sebagian besar responden memiliki tingkat self-efficacy sedang dengan kondisi kesehatan mental kurang baik. Semakin baik self-efficacy maka semakin baik pula kondisi kesehatan mental pada wanita menopause.




