PARADIGMA KESEHATAN MASYARAKAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK PENGENDALIAN HIPERTENSI: MODEL MAPPADECENG

Penulis

  • Andi Hiswanah Universitas Mega Buana Palopo Penulis
  • Arlin Adam Universitas Mega Buana Palopo Penulis

Kata Kunci:

Hipertensi, Kearifan Lokal, Kesehatan Masyarakat, MAPPADECENG, Self-Management, Wellness Program

Abstrak

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang tidak dapat dijelaskan secara memadai hanya melalui paradigma biomedis karena pengendaliannya dipengaruhi oleh perilaku, relasi keluarga, kondisi ekonomi, akses pelayanan, keyakinan kesehatan, dan praktik budaya. Artikel ini bertujuan merumuskan paradigma kesehatan masyarakat berbasis kearifan lokal untuk pengendalian hipertensi dan mengoperasionalkan Model MAPPADECENG sebagai kerangka intervensi wellness program. Naskah disusun melalui telaah integratif terstruktur terhadap 14 publikasi periode 2021–2026 yang telah diseleksi dalam laporan systematic literature review, kemudian diperkaya dengan teori ekologi sosial, COM-B, PRECEDE–PROCEED, self-management, dan adaptasi budaya. Sintesis dilakukan melalui pemetaan desain dan konteks studi, pengodean tematik, perbandingan antarbukti, dan translasi temuan ke dalam komponen program. Enam tema utama ditemukan: budaya sebagai determinan penerimaan program; self-management sebagai mekanisme perubahan; literasi dan promosi kesehatan sebagai prasyarat tindakan; dukungan keluarga dan komunitas sebagai penguat; kompleksitas klinis-psikososial sebagai penentu kualitas hidup; serta komunikasi sensitif budaya sebagai mekanisme penghubung antara terapi berbasis bukti dan praktik lokal. Berdasarkan sintesis tersebut, MAPPADECENG dikembangkan sebagai akronim programatik yang mencakup pemetaan risiko dan budaya, asesmen multidimensi, pemberdayaan, penguatan literasi, adaptasi gaya hidup, dukungan sosial, edukasi dialogis, cek tekanan darah dan kepatuhan, evaluasi, navigasi layanan, serta gotong royong. Kerangka ini menawarkan pergeseran dari intervensi individual yang fragmentaris menuju intervensi ekologis, partisipatif, sensitif budaya, dan terukur. Validasi semantik, ko-desain komunitas, uji kelayakan, serta pengujian efektivitas diperlukan sebelum implementasi luas.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01