ANALISIS MANAJEMEN KOLABORATIF, LITERASI EKOWISATA, DAN AKTIVISME DIGITAL GENERASI Z TERHADAP LINGKUNGAN DI KAWASAN BUKIT LAWANG

Penulis

  • Etika Tri Suci Universitas Pembangunan Panca Budi Penulis
  • M. Chaerul Rizky Universitas Pembangunan Panca Budi Penulis
  • Dewi Nurmasari Pane Universitas Pembangunan Panca Budi Penulis
  • Najla Syakirah Putri Universitas Pembangunan Panca Budi Penulis
  • Dini Aura Universitas Pembangunan Panca Budi Penulis

Kata Kunci:

Manajemen Kolaboratif, Literasi Ekowisata, Aktivisme Digital, Generasi Z, Konservasi Lingkungan, Bukit Lawang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami seberapa besar kontribusi tiga faktor utamayakni manajemen kolaboratif (X1), literasi ekowisata (X2), dan aktivisme digital Generasi Z (X3) dalam mendukung keberhasilan konservasi lingkungan (Y) di Kawasan Bukit Lawang. Kawasan ini dikenal luas sebagai salah satu destinasi ekowisata unggulan di Sumatera Utara, sekaligus menjadi habitat alami orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang terancam punah. Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut, pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-kausal dipilih karena kemampuannya dalam mengukur hubungan sebab-akibat antarvariabel secara sistematis dan terukur. Sebanyak 75 responden dilibatkan dalam penelitian ini melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert 1–5, kemudian diuji validitasnya melalui korelasi Pearson dan reliabilitasnya melalui Cronbach's Alpha. Seluruh analisis data dijalankan dengan bantuan SPSS menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil analisis mengungkapkan bahwa dari ketiga variabel yang diteliti, literasi ekowisata tampil paling dominan dalam memengaruhi keberhasilan konservasi lingkungan (β = 0,401; t = 3,610; p = 0,001). Di posisi kedua terdapat aktivisme digital Generasi Z (β = 0,264; t = 2,816; p = 0,006), dan di urutan ketiga adalah manajemen kolaboratif (β = 0,247; t = 2,538; p = 0,013). Ketika ketiga variabel ini diuji secara simultan, hasilnya pun menunjukkan pengaruh yang signifikan (F = 30,313; p = 0,000). Nilai Adjusted R² sebesar 0,543 mengindikasikan bahwa model ini mampu menjelaskan 54,3% dari keseluruhan variasi keberhasilan konservasi. Temuan ini mempertegas bahwa peningkatan literasi ekowisata, penghubungan antara aktivisme digital dengan aksi nyata di lapangan, serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan tiga strategi yang saling melengkapi dan perlu dijalankan secara terpadu demi mewujudkan konservasi lingkungan yang benar-benar berkelanjutan di Bukit Lawang.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01