DIGITAL FOOTPRINTS AS PERSONAL ARCHIVES: ANALYSIS OFAWARENESS IN MANAGING DIGITAL FOOTPRINTS AS PERSONALARCHIVES AMONG VOCATIONAL STUDENTS OF UNIVERSITASINDONESIA
Kata Kunci:
Arsip Pribadi, Jejak Digital, Literasi Digital,, Manajemen Pribadi,, Manajemen Informasi.Abstrak
Pesatnya perkembangan teknologi di era Masyarakat 5.0 telah mentransformasi berbagai aspek kehidupan manusia, mengintegrasikan sistem digital ke dalam aktivitas dan komunikasi sehari-hari. Transformasi ini mengakibatkan penyebaran informasi pribadi secara masif secara daring di ranah digital, membentuk apa yang dikenal sebagai jejak digital. Namun, terlepas dari kemudahan digitalisasi, individu mungkin menghadapi risiko penyalahgunaan data yang signifikan oleh pihak yang tidak berwenang karena luasnya sistem digital. Hal ini dapat terjadi jika seseorang kurang sadar dan melakukan pengelolaan data pribadi yang tidak memadai. Survei nasional di Indonesia oleh CfDS UGM mengungkapkan bahwa meskipun sebagian besar pengguna internet mengaku memahami data pribadi, hanya sedikit yang dapat mengidentifikasi dan mengelolanya secara akurat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran dan pemahaman pengelolaan jejak digital sebagai arsip pribadi di kalangan civitas akademika Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia, dengan menggunakan pendekatan metode campuran. Berlandaskan teori memori termediasi José Van Dijck (2007), penelitian ini mengonseptualisasikan jejak digital sebagai arsip pribadi yang merepresentasikan memori individu dalam ranah digital. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya ilmu kearsipan di luar konteks institusional dan mendorong penerapannya pada individu. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan teoretis dalam ilmu kearsipan dan studi informasi digital, serta strategi praktis untuk meningkatkan literasi digital dan perlindungan data pribadi.




