STRATEGI FINANSIAL UNTUK MENOPANG KEBERLANGSUNGANUSAHA KULINER KAKI LIMA DI KOTA BARU DRIYOREJO GRESIK
Kata Kunci:
Strategi Finansial, Pedagang Kaki Lima,, eberlangsungan Usaha,, Literasi Keuangan, Modal UsahaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi finansial yang diterapkan oleh pedagang kaki lima (PKL) kuliner dalam menopang keberlangsungan usaha di kawasan Kota Baru Driyorejo, Gresik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 40 informan PKL kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar PKL telah memiliki kesadaran Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi finansial yang diterapkan oleh pedagang kaki lima (PKL) kuliner dalam menopang keberlangsungan usaha di kawasan Kota Baru Driyorejo, Gresik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 40 informan PKL kuliner. Hasil dalam mengelola arus kas harian (85%) dan memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi (60%), meskipun pencatatannya masih sangat sederhana. Akses terhadap sumber modal masih didominasi oleh pinjaman nonformal (70%), sementara hanya sebagian kecil yang memperoleh pembiayaan formal dari lembaga keuangan. Sebanyak 75% PKL belum memiliki tabungan atau dana cadangan, menjadikan mereka rentan terhadap fluktuasi pendapatan. Di sisi lain, jaringan sosial antar pedagang menjadi faktor penting yang menopang keberlangsungan usaha, di mana 90% responden mengandalkan solidaritas komunitas dalam menghadapi kendala finansial. Hambatan utama yang dihadapi meliputi terbatasnya akses modal formal, rendahnya literasi keuangan, serta tingginya tingkat persaingan pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan strategi finansial berbasis literasi keuangan, pengelolaan kas yang disiplin, dan dukungan sosial menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan usaha PKL kuliner di wilayah berkembang seperti Kota Baru Driyorejo menunjukkan bahwa sebagian besar PKL telah memiliki kesadaran




