ANALISIS PENERAPAN PRINSIP ERGONOMI PADA PEKERJA INDUSTRI RUMAH TANGGA LAUNDRY DIKECAMATAN PANCUR BATU,DELI SERDANG
Kata Kunci:
Ergonomi, Pekerja Laundry, Industri Rumah Tangga, Risiko, MSDs, QEC, REBAAbstrak
Sektor usaha penatu (laundry), mulai dari skala industri rumah tangga, usaha informal, hingga layanan di rumah sakit, melibatkan berbagai pekerjaan manual yang berisiko tinggi terhadap kesehatan pekerja, khususnya gangguan otot rangka (Musculoskeletal Disorders/MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan dari enam studi terkait ergonomi pada pekerja laundry. Hasil sintesis menunjukkan bahwa risiko utama meliputi postur kerja non-ergonomis, faktor lingkungan kerja (panas dan pencahayaan minim), dan penataan area kerja yang sempit. Metode penilaian risiko yang umum digunakan adalah Quick Exposure Check (QEC), Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Rekomendasi pengendalian yang efektif harus mencakup penyesuaian teknis (tinggi meja, matras anti-fatiqu), perbaikan lingkungan (ventilasi dan pencahayaan), serta intervensi administratif dan perilaku (pelatihan postur dan pengaturan waktu istirahat).




