PERAN MIKROBA DALAM DEGRADASI LIMBAH ORGANIK DI LINGKUNGAN PERAIRAN
Kata Kunci:
Mikroorganisme, Degradasi Limbah Organik, Lingkungan Perairan, Biodegradasi, Pengolahan Air Limbah, BOD, COD, BioremediasiAbstrak
Mikroorganisme memainkan peran penting dalam penguraian limbah organik di lingkungan perairan. Limbah organik yang berasal dari kegiatan domestik, industri, pertanian, dan peternakan dapat menurunkan kualitas air jika tidak diolah dengan benar. Mikroba seperti bakteri, jamur, dan protozoa mampu menguraikan senyawa organik kompleks menjadi zat yang lebih sederhana melalui proses biodegradasi. Proses ini membantu mengurangi tingkat polusi, menurunkan Kebutuhan Oksigen Biologis (BOD) dan Kebutuhan Oksigen Kimia (COD), dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Penguraian limbah organik dapat terjadi dalam kondisi aerobik dan anaerobik tergantung pada ketersediaan oksigen dalam air. Mikroorganisme aerobik menggunakan oksigen untuk menguraikan bahan organik menjadi karbon dioksida dan air, sedangkan mikroorganisme anaerobik menghasilkan metana dan karbon dioksida. Beberapa faktor lingkungan seperti suhu, pH, oksigen terlarut, dan ketersediaan nutrisi memengaruhi aktivitas mikroba dalam sistem perairan. Selain itu, mikroorganisme banyak diterapkan dalam teknologi pengolahan air limbah, termasuk sistem lumpur aktif, biofilter, bioremediasi, dan digester anaerobik. Oleh karena itu, peran mikroorganisme sangat penting dalam meningkatkan kualitas air dan mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan di ekosistem perairan




