PENGARUH TRANSISI DEMOGRAFI, ANGGARAN BELANJA, DAN SUBSIDI ENERGI TERHADAP DEFISIT FISKAL DI INDONESIA
Kata Kunci:
Defisit Fiskal, Transisi Demografi, Ageing Population, Anggaran, Anggaran Belanja, Subsidi Energi, Keberlanjutan FiskalAbstrak
Penelitian ini menganalisis pengaruh transisi demografi, anggaran belanja pemerintah, dan subsidi energi terhadap defisit fiskal di Indonesia selama 2010-2024. Permasalahan penelitian berangkat dari meningkatnya kebutuhan pembiayaan negara di tengah perubahan struktur penduduk, ekspansi belanja pemerintah, dan dinamika kebijakan subsidi energi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series yang bersumber dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), Nota Keuangan APBN, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Transisi demografi direpresentasikan melalui ageing population/rasio penduduk usia lanjut, sedangkan anggaran belanja dan subsidi energi menggunakan data yang digunakan dalam penelitian. Estimasi dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS 27 dan pengujian meliputi asumsi klasik, uji parsial, uji simultan, serta koefisien determinasi. Hasil menunjukkan bahwa transisi demografi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap defisit fiskal (β = −1,683; p < 0,001), anggaran belanja berpengaruh positif dan signifikan (β = 6,398; p < 0,001), sedangkan subsidi energi berpengaruh negatif dan signifikan (β = −0,681; p < 0,001). Secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap defisit fiskal (F = 68,617; p < 0,001). Nilai Adjusted R² sebesar 0,883 menunjukkan bahwa 88,3% variasi defisit fiskal dalam model dapat dijelaskan oleh ketiga variabel. Temuan ini memperlihatkan bahwa dinamika fiskal Indonesia perlu dibaca secara multidimensional: pengendalian dan peningkatan kualitas belanja harus berjalan bersama dengan antisipasi perubahan demografi dan evaluasi desain subsidi energi.




