PENGARUH WORK-LIFE BALANCE, BEBAN KERJA, DAN EMOTIONAL QUOTIENT TERHADAP STRES KERJA PADA MAHASISWA STRATA SATU PEKERJA DI SURAKARTA

Penulis

  • Rani Mawarni Universitas Slamet Riyadi Penulis
  • Abu Bakar Akbar Universitas Slamet Riyadi Penulis

Kata Kunci:

Work-Life Balance, Beban Kerja, Emotional Quotient, Stres Kerja, Mahasiswa Pekerja

Abstrak

Manajemen sumber daya manusia memiliki peran penting dalam mengelola dan mengembangkan kualitas individu agar mampu bekerja secara efektif dan efisien. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi mahasiswa yang bekerja adalah stres kerja yang muncul akibat tuntutan akademik dan pekerjaan yang harus dijalankan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance, beban kerja, dan emotional quotient terhadap stres kerja pada mahasiswa strata satu pekerja di Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa strata satu yang bekerja di Surakarta. Metode analisis data yang digunakan meliputi uji instrumen penelitian, uji asumsi klasik, analisis data, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Emotional quotient berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Secara simultan, work-life balance, beban kerja, dan emotional quotient berpengaruh signifikan terhadap stres kerja pada mahasiswa strata satu pekerja di Surakarta. Hasil koefisien determinasi (Adjusted R²) menunjukkan bahwa variabel work life balance, beban kerja, dan emotional quotient mampu menjelaskan variasi stres kerja sebesar 61,6%, sedangkan sisanya sebesar 38,4% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-01