DETERMINAN INTENTION TO APPLY PERAN EMPLOYER BRANDING, CORPORATE REPUTATION, DAN KOMPENSASI KARYAWAN SWASTA PADA GENERASI Z DI KOTA SURAKARTA
Kata Kunci:
Employer Branding, Reputasi Perusahaan, Kompensasi, dan Niat Melamar KerjaAbstrak
Penelitian ini berfokus pada analisis sejauh mana *employer branding*, reputasi perusahaan, dan kompensasi memengaruhi niat melamar kerja di kalangan karyawan sektor swasta Generasi Z di Surakarta. Ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan sumber data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria penelitian. Populasi penelitian ini terdiri dari karyawan sektor swasta Generasi Z di Surakarta, dengan teknik *purposive sampling* yang digunakan untuk memilih responden yang memenuhi kriteria penelitian. Ukuran sampel penelitian ini adalah 96 responden. Analisis data menggunakan regresi linear berganda, uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi. Data yang terkumpul menjalani uji validitas dan reliabilitas, yang menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan dalam variabel *employer branding*, reputasi perusahaan, dan kompensasi telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Hasil uji-t menunjukkan bahwa (1) *employer branding* berpengaruh signifikan terhadap niat melamar kerja di kalangan karyawan sektor swasta Generasi Z di Surakarta, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,006 < 0,05; dengan demikian, hipotesis pertama terbukti. (2) Reputasi perusahaan berpengaruh signifikan terhadap niat melamar kerja, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05; dengan demikian, hipotesis kedua didukung. (3) Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap niat melamar kerja di kalangan karyawan sektor swasta Generasi Z di Surakarta, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05; dengan demikian, hipotesis ketiga didukung. Hasil uji-F menunjukkan bahwa model regresi ini memiliki nilai F-hitung sebesar 87,445 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa variabel-variabel independen menjelaskan 73,2% variasi pada variabel dependen, sedangkan sisanya sebesar 26,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar lingkup penelitian ini.




