PERAN WORK-LIFE BALANCE, BURNOUT, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN UMKM CAMELLIA BOUTIQUE 99
Kata Kunci:
Work-Life Balance, Burnout, Lingkungan Kerja, Kepuasan KerjaAbstrak
Tujuan dari studi ini guna dapat menganalisis pengaruh Work-Life Balance, Burnout dan Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja karyawan pada UMKM Camellia Boutique 99. Adapun angket yang dibagikan kepada responden menjadi instrumen dalam memperoleh data. Penetapan sampel melibatkan 40 karyawan UMKM Camellia Boutique 99, yang mencakup keseluruhan populasi melalui penerapan teknik sampling jenuh (sensus). Selanjutnya analisis deskriptif, regresi linear berganda, pengujian t, ketetapan model (uji F), serta R² dimanfaatkan dalam menganalisis data. Temuan pengujian t, yaitu Kepuasan Kerja UMKM Camellia Boutique 99 dipengaruhi positif serta signifikan oleh Work-Life Balance, yang ditandai dengan nilai koefisien regresi 0,359 serta p-value = 0,010 < 0,05. Kepuasan Kerja karyawan UMKM Camellia Boutique 99 juga dipengaruhi oleh Burnout secara signifikan serta negatif. Hal ini tercermin dari koefisien regresi -0,336 dengan nilai p-value 0,000 < 0,0. Adapun perolehan nilai koefisien regresi 0,550 serta p-value = 0,000 < 0,05 menandakan kepuasan Kerja karyawan UMKM Camellia Boutique 99 juga dipengaruhi secara signifikan serta positif oleh Lingkungan Kerja. Oleh karena itu, variasi Kepuasan Kerja sebanyak 83,2% diterangkan oleh Work-Life Balance, Burnout, serta Lingkungan Kerja, sebagaimana tercermin dari nilai Adjusted R² sebesar 0,832. Temuan pengujian F turut memperlihatkan bahwa ketiga variabel tersebut memberikan pengaruh simultan terhadap Kepuasan Kerja. Adapun di luar model studi, masih terdapat 16,8% variasi Kepuasan Kerja yang berkaitan dengan berbagai aspek lainnya yang tidak dikaji dalam studi ini.




