Penilaian Obligasi Berdasarkan Suku Bunga, Risiko Kredit, Terhadap Yield Maturity pada Perusahaan Perbankkan

Penulis

  • Rosaidina Syafira Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Penulis
  • Sirilia Sesilma Jenate Ruben Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Penulis
  • Marlinda Ina Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Penulis
  • Maria Yovita Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Penulis

Kata Kunci:

Yield To Maturity, Obligasi Perbankan, Suku Bunga, Risiko Kredit, NPL, BI Rate

Abstrak

Dampak suku bunga, risiko kredit dan nilai obligasi pada pengembalian (YTM) untuk perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) dari 2021-2023 Sektor perbankan. YTM digunakan sebagai indikator utama untuk menentukan tingkat hasil yang dicapai investor jika obligasi dipegang pada tanggal jatuh tempo. Dalam penelitian ini, metode regresi linier berganda digunakan sebagai pendekatan kuantitatif. Data sekunder dikumpulkan oleh situs web resmi Bank Indonesia (BI), Biro Layanan Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (IDX). Empat bank besar yang terlibat dalam penelitian ini secara konsisten mengeluarkan obligasi selama periode pengamatan. Dengan kata lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) TBK (BMRI), PT Bank Central Asia TBK (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) TBK (BBNI). Sampel dipilih menggunakan metode sampel yang ditargetkan. Menurut hasil analisis deskriptif, suku bunga benchmark untuk Bank Indonesia telah meningkat dari 3,50% pada 2021 menjadi 5,75% pada tahun 2023. Secara umum, proporsi pinjaman non-kinerja (NPLS) telah menurun, menghasilkan BMRI terendah (1,02% pada 2023) dan tertinggi BBRI (3,12% pada 2023). Sementara itu, obligasi YTM mencatat tren kenaikan dalam kisaran 6,10% hingga 7,60%, dengan BBCA merekam YTM dan BMRI terendah sebagai yang tertinggi. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa tiga variabel independen, yaitu nilai ikatan (x1), suku bunga (x2), dan risiko kredit (x3), juga memiliki dampak signifikan pada YTM (Y). Ini ditingkatkan dengan nilai 1.000 koefisien penentuan (R²) dan menunjukkan bahwa semua variasi dalam YTM dapat sepenuhnya dijelaskan oleh ketiga variabel ini. Selain itu, nilai Durbin Watson 1,785 menunjukkan bahwa tidak ada masalah autokorelasi yang serius dalam model. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi investor dan manajemen bank dalam membuat keputusan investasi, terutama dalam pemilihan obligasi berdasarkan faktor ekonomi makro dan indikator risiko kredit. Selain itu, temuan penelitian ini juga bisa menjadi referensi ke otoritas pengawas dan lembaga keuangan untuk memahami hubungan antara suku bunga, risiko kredit dan daya tarik obligasi di pasar modal. Untuk pengembangan penelitian selanjutnya, disarankan untuk menambah sampel dan jangka waktu yang lebih panjang, serta menguji kemungkinan terjadinya multikolinearitas pada model agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan aplikatif

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-01