STUDI PELAYANAN ADMINISTRASI PADA USAHA MIKRO KEDAI ESTETIK COFFEE GALLERY DI CIREUNDEU, KOTA TANGERANG SELATAN
Kata Kunci:
Pelayanan Administrasi, Usaha Mikro, Kedai Kopi, Pemasaran Digital, UMKMAbstrak
Industri kedai kopi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan membukapeluang besar bagi pengembangan usaha mikro, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Tangerang Selatan. Namun, di tengah peluang tersebut, banyak usaha mikro masih menghadapi persoalan mendasar terkait pelayanan administrasi, pengelolaan sumber daya manusia, dan administrasi pemasaran yang belum terstruktur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan administrasi pada usaha mikro Kedai Estetik Coffee Gallery di Cireundeu, Kota Tangerang Selatan, serta implikasinya terhadap penguatan sumber daya manusia, pengelolaan pemasaran, dan kinerja usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pemilik usaha, karyawan, pelanggan, serta pihak Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi di Estetik Coffee Gallery masih berada pada tahap dasar dan belum terstandar secara optimal, baik dalam aspek pencatatan transaksi, pengelolaan stok, administrasi sumber daya manusia, maupun administrasi pemasaran digital. Ketidakteraturan administrasi berdampak pada keterbatasan pemanfaatan data penjualan, ketidakjelasan pembagian tugas kerja, serta belum optimalnya strategi pemasaran digital. Meskipun demikian, temuan juga menunjukkan bahwa perbaikan administrasi sederhana mampu meningkatkan efisiensi operasional dan membantu pengambilan keputusan usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan administrasi merupakan instrumen manajerial yang krusial bagi keberlanjutan usaha mikro. Oleh karena itu, penguatan pelayanan administrasi yang terintegrasi dengan peningkatan literasi digital serta dukungan pembinaan UMKM dari pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendorong kinerja usaha mikro secara berkelanjutan




