INTEGRASI KONTEN MEDIA SOSIAL DAN MARKETPLACE DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS DAN PURCHASE INTENTION: STUDI KASUS DESYA LIBAAS
Kata Kunci:
Kesadaran Merek, Design Thinking, Media Sosial, Marketplace, Niat BeliAbstrak
Perkembangan pemasaran digital mendorong UMKM untuk mengintegrasikan berbagai platform digital guna meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran. Namun, pemanfaatan media sosial dan marketplace pada banyak UMKM masih dilakukan secara terpisah sehingga belum mampu membangun brand awareness dan purchase intention secara optimal. Penelitian ini bertujuan merancang strategi integrasi konten media sosial dan marketplace serta mengevaluasi efektivitasnya dalam membangun brand awareness dan mendorong purchase intention pada UMKM Desya Libaas. Penelitian dilaksanakan pada September 2025 hingga Mei 2026 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif-kuantitatif terapan dengan mengadopsi kerangka kerja Design Thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, serta penyebaran pra-survei dan pasca-survei kepada konsumen. Implementasi strategi dilakukan melalui pengembangan konten Instagram berbasis lima content pillar dan optimalisasi toko pada platform Shopee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator brand awareness dan purchase intention berhasil melampaui target kinerja yang ditetapkan. Nilai brand recognition dan brand recall masing-masing mencapai 4,21 dan 4,11, sedangkan transactional intention, referential intention, preferential intention, dan explorative intention memperoleh skor 4,25, 4,41, 4,18, dan 4,33. Temuan tersebut menunjukkan bahwa integrasi media sosial dan marketplace efektif meningkatkan visibilitas merek, memperkuat brand awareness, serta mendorong purchase intention konsumen.




