ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (DMAIC) DALAM UPAYA MENURUNKAN TINGKAT KECACATAN PRODUK PADA PABRIK TAHU SUMEDANG TAHUN 2025
Kata Kunci:
Six Sigma, DMAIC, Pengendalian Kualitas, DPMO, Level Sigma, Produk CacatAbstrak
Penelitian ini dilakukan di Pabrik Tahu Sumedang bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC dalam upaya menurunkan tingkat kecacatan produk pada Pabrik Tahu Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta data produksi selama periode Januari–Desember 2025. Tahapan DMAIC meliputi identifikasi jenis cacat, pengukuran tingkat kecacatan menggunakan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) dan level sigma, analisis akar penyebab kecacatan menggunakan diagram Pareto dan diagram sebab-akibat, penyusunan usulan perbaikan , serta penyusunan langkah pengendalian untuk mempertahankan kualitas produk . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total produksi sebanyak 9.395 papan tahu terdapat 1.347 papan produk cacat atau sebesar 14,34%, sehingga melebihi batas toleransi cacat yang ditetapkan perusahaan sebesar 10%. Nilai DPMO sebelum perbaikan sebesar 594.535 dengan level sigma 3,15. Setelah dilakukan usulan perbaikan berdasarkan metode DMAIC, nilai DPMO menurun menjadi 272.741 dan level sigma meningkat menjadi 3,51. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode Six Sigma (DMAIC) mampu meningkatkan pengendalian kualitas dan menurunkan tingkat kecacatan produk pada Pabrik Tahu Sumedang.




