PENGARUH DIGITAL LITERACY DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KINERJA DENGAN ADAPTABILITAS SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI KELURAHAN SUDIROPRAJAN KOTA SURAKARTA
Kata Kunci:
Literasi Digital, Efikasi Diri, Kemampuan Adaptasi, Kinerja Pegawai, ASN, Sektor PublikAbstrak
Penelitian ini mengkaji pengaruh literasi digital dan efikasi diri terhadap kinerja pegawai dengan kemampuan adaptasi sebagai variabel mediasi pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Sudiroprajan, Kota Surakarta. Urgensi penelitian ini muncul dari percepatan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, yang menuntut pegawai negeri memiliki kompetensi teknis digital sekaligus landasan psikologis yang kuat untuk mempertahankan kinerja optimal. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan metode sensus, yang mencakup seluruh 36 ASN aktif sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin, kemudian dianalisis melalui analisis jalur (*path analysis*), Uji Sobel, dan uji asumsi klasik menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh signifikan terhadap kemampuan adaptasi, sedangkan literasi digital tidak. Baik literasi digital, efikasi diri, maupun kemampuan adaptasi tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja. Uji Sobel lebih lanjut mengonfirmasi bahwa kemampuan adaptasi tidak memediasi kedua hubungan tersebut secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keyakinan psikologis berkontribusi secara bermakna terhadap perilaku adaptif, namun jalur mediasi utuh menuju kinerja belum terbukti dalam konteks ini. Ukuran sampel yang terbatas dan desain penelitian *cross-sectional* diakui sebagai kendala utama. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan populasi dan memasukkan variabel seperti dukungan organisasi serta kepemimpinan transformasional guna memperoleh wawasan yang lebih komprehensif.




