PENERAPAN METODE CPM DALAM PENJADWALAN PROYEKJALAN BALOHAN-SABANG
Kata Kunci:
Critical Path Method (CPM), Penjadwalan Proyek, Jalur Kritis, Durasi ProyekAbstrak
Penjadwalan yang efektif merupakan elemen penting dalam keberhasilan proyek konstruksi karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi waktu, biaya, dan kualitas pekerjaan. Proyek pembangunan Jalan Balohan–Sabang sebagai jalur utama yang menghubungkan Pelabuhan Balohan dengan pusat Kota Sabang membutuhkan perencanaan waktu yang akurat mengingat tingginya ketergantungan antaraktivitas dan kondisi geografis wilayah kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjadwalan proyek menggunakan metode Critical Path Method (CPM) serta melakukan evaluasi probabilistik durasi proyek melalui pendekatan distribusi normal. Data penelitian berupa aktivitas, bobot pekerjaan, durasi, dan ketergantungan diperoleh dari dokumen jadwal pelaksanaan proyek. Analisis dimulai dengan penyusunan jaringan kerja, perhitungan parameter ES, EF, LS, dan LF menggunakan prosedur forward pass dan backward pass, serta identifikasi jalur kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan kritis proyek mencakup rangkaian aktivitas A – B – C – D – F – G – H – I – J – K – L – M – O dengan durasi penyelesaian 81,41 hari. Durasi tersebut menunjukkan percepatan waktu sebesar 41,85% dibandingkan durasi rencana awal yaitu 140 hari. Selanjutnya, hasil analisis probabilistik menunjukkan nilai Z = 7,19 dengan peluang penyelesaian proyek ≤ 140 hari mendekati 100%, menandakan risiko keterlambatan sangat rendah. Temuan ini menegaskan bahwa metode CPM efektif dalam mengoptimalkan penjadwalan, meminimalkan aktivitas yang berpotensi menimbulkan keterlambatan, serta meningkatkan tingkat kepastian waktu penyelesaian proyek Jalan Balohan–Sabang.




