ANALISIS BENCANA BANJIR AKIBAT HUJAN DERAS DI JALURWISATA LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT: STUDI KASUS24 OKTOBER 2025 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TATA KELOLALINGKUNGAN PERKOTAAN

Penulis

  • Ibrahim Nur Abdullah Universitas Sahid Jakarta Penulis
  • Andrian Maulana MI Universitas Sahid Jakarta Penulis
  • Assyifa Maghfirah Universitas Sahid Jakarta Penulis
  • Teguh Jati Kusumah Universitas Sahid Jakarta Penulis
  • Revana Anggis Anjani Universitas Sahid Jakarta Penulis
  • Monica Ayu Rizkiyanti Hartono Universitas Sahid Jakarta Penulis
  • Irmadyah Kartika Deviana Universitas Sahid Jakarta Penulis
  • Alya Dewata Putri Dianta Universitas Sahid Jakarta Penulis
  • Marningot Tua Natalis Situmorang Universitas Sahid Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Banjir Lembang, Drainase, Hujan Deras, Pariwisata, Mitigasi Bencana

Abstrak

Banjir yang melanda kawasan wisata Lembang merupakan salah satu contoh nyata meningkatnya kerentanan wilayah perkotaan pegunungan terhadap bencana hidrometeorologis. Banjir ini juga memperlihatkan kelemahan signifikan dalam pengelolaan sistem drainase, tata ruang, dan kesiapsiagaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk menganalisis faktor penyebab banjir, kronologi peristiwa, dampak sosial-ekonomi, serta evaluasi kebijakan penanggulangan banjir di Kabupaten Bandung Barat. Data diperoleh dari dokumentasi berita, observasi fenomena hidrologis wilayah Lembang, serta kajian literatur mengenai pengelolaan drainase dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab banjir tidak hanya berasal dari curah hujan tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh buruknya kapasitas drainase, tingginya tingkat sedimentasi, meningkatnya lahan permukaan kedap air akibat pembangunan pariwisata, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan selokan. Banjir ini berdampak pada sektor pariwisata, aktivitas perdagangan, keselamatan pengguna jalan, serta menimbulkan potensi kerugian ekonomi signifikan. Kesimpulannya, banjir Lembang mencerminkan perlunya perbaikan tata kelola lingkungan secara menyeluruh, meliputi peningkatan kapasitas drainase, revitalisasi ruang terbuka hijau, evaluasi pembangunan kawasan wisata, serta penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan kawasan wisata pegunungan sangat bergantung pada pengelolaan lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01