ANALISIS PERKEMBANGAN METODE PERT DAN CPM SERTAPENERAPANNYA DI BERBAGAI BIDANG
Kata Kunci:
Manajemen Proyek, Bukit Surungan, Perkembangan, PERT, CPM, Systematic Literature ReviewAbstrak
Manajemen proyek dalam lingkungan yang dinamis dan penuh ketidakpastian memerlukan alat perencanaan dan penjadwalan yang presisi. Metode klasik Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM) telah menjadi standar industri sejak lama, namun peningkatan kompleksitas proyek modern menuntut adaptasi metodologis yang signifikan agar tetap relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi metodologi PERT dan CPM, memetakan inovasi algoritma terbaru, serta mengkaji diversifikasi penerapannya di berbagai bidang industri modern. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel jurnal bereputasi dari database akademik global. Melalui prosedur pengumpulan data bertahap yang meliputi identifikasi, penyaringan (screening), dan inklusi, data dari literatur terpilih diekstraksi menggunakan instrumen terstruktur. Teknik analisis data menggabungkan analisis konten kualitatif untuk menelaah modifikasi metode dan sintesis tematik untuk memetakan tren aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PERT dan CPM telah bertransformasi dari alat analisis manual menjadi sistem hibrida yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan dan logika fuzzy. Temuan utama meliputi pengembangan model Hybrid Bayesian Network-PERT dan Hopfield Neural Networks untuk optimasi jadwal dinamis, serta integrasi Linear Diophantine Fuzzy Sets (LDFS) dan simulasi Monte Carlo untuk menangani ambiguitas durasi aktivitas secara lebih akurat. Selain itu, penerapan metode ini telah meluas secara signifikan melampaui sektor konstruksi, mencakup bidang layanan kesehatan, pengembangan sistem informasi, hingga manajemen laboratorium high-throughput screening. Implikasi studi ini menegaskan bahwa penggabungan metode hibrida memberikan akurasi yang lebih tinggi dalam pengambilan keputusan manajerial. Direkomendasikan bagi para praktisi manajemen proyek untuk mengadopsi sistem penjadwalan berbasis cerdas (intelligent scheduling) guna memitigasi risiko keterlambatan dalam proyek berskala kompleks




