KOMUNIKASI ORGANISASI DI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Kata Kunci:
Komunikasi Organisasi, Komunikasi Formal, Komunikasi InformalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam praktik komunikasi organisasi di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidenreng Rappang dengan menitikberatkan pada dua dimensi utama, yaitu komunikasi formal dan komunikasi informal. Komunikasi organisasi memiliki peran strategis dalam menjaga efektivitas koordinasi dan kelancaran pelaksanaan tugas dalam birokrasi publik yang bersifat hierarkis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kepala dinas, pejabat struktural, serta pegawai pelaksana. Analisis data dilakukan dengan metode tematik menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi formal berfungsi sebagai mekanisme utama dalam penyampaian informasi dan pelaporan kegiatan, sementara komunikasi informal berperan penting dalam memperkuat hubungan sosial, mempercepat koordinasi, serta mengatasi keterbatasan komunikasi struktural. Kombinasi keduanya menciptakan keseimbangan antara keteraturan administratif dan fleksibilitas interpersonal yang menjadi ciri khas komunikasi organisasi di sektor publik. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkuat konsep sinergi komunikasi formal dan informal dalam konteks birokrasi pendidikan daerah, serta memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan strategi komunikasi internal yang lebih terbuka, partisipatif, dan adaptif terhadap dinamika sosial organisasi.




