PERBANDINGAN PARADIGMA POSITIVISME, POST-POSITIVISME, KONSTRUKTIVISME, DAN CRITICAL THEORY DALAM FILSAFAT ILMU

Penulis

  • Zainul Arifin Universitas Islam Negeri Madura Penulis
  • Siswanto Universitas Islam Negeri Madura Penulis

Kata Kunci:

Paradigma, Positivisme, Post-Positivisme, Konstruktivisme, Critical Theory, Filsafat Ilmu

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap empat paradigma utama dalam filsafat ilmu, yaitu Positivisme, Post-positivisme, Konstruktivisme, dan Critical Theory, yang masing-masing memiliki karakteristik, asumsi dasar, serta implikasi metodologis yang berbeda. Kajian ini berupaya menjelaskan secara mendalam perbedaan pandangan keempat paradigma tersebut terhadap tiga aspek utama filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan metodologi. Paradigma Positivisme menekankan pada objektivitas, empirisme, serta penggunaan metode ilmiah untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena. Sementara itu, Post-positivisme muncul sebagai respons terhadap keterbatasan Positivisme, dengan menegaskan bahwa pengetahuan ilmiah bersifat sementara, kontekstual, dan tidak sepenuhnya bebas nilai. Berbeda dengan keduanya, Konstruktivisme memandang bahwa realitas bersifat relatif dan dibangun melalui interaksi sosial serta pengalaman subjektif individu, sehingga pengetahuan dipahami sebagai hasil konstruksi bersama. Adapun Critical Theory menempatkan ilmu sebagai sarana untuk membebaskan manusia dari ketidakadilan struktural melalui refleksi dan kritik terhadap sistem sosial yang menindas. Melalui perbandingan ini, artikel ini menegaskan bahwa pemahaman terhadap berbagai paradigma dalam filsafat ilmu sangat penting untuk memperluas perspektif ilmiah, memperkaya metode penelitian, serta menumbuhkan kesadaran kritis dalam memahami realitas sosial yang kompleks dan dinamis.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-01