EPISTIMOLOGI TAFSIR DALAM FASE KONSOLIDASI KLASIK II: DIVERSIFIKASI METODE DAN STUDI TEMATIK AWAL PADA TAFSIR AL-QURṬUBI DAN IBN KATSIR
Kata Kunci:
Epistemologi Tafsir, Konsolidasi Klasik II, Tafsir Al-Qurṭubi, Tafsir Ibn Katsir, Diversifikasi Metode, Tafsir Tematik AwalAbstrak
Epistemologi tafsir al-Qur’an pada Fase Konsolidasi Klasik II (abad ke-6 hingga ke-9 H) dengan menitikberatkan pada diversifikasi metode penafsiran serta kemunculan awal pendekatan tematik dalam karya Tafsir al-Qurṭubi dan Tafsir Ibn Katsir. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa periode konsolidasi merupakan fase penting dalam pembentukan kerangka keilmuan tafsir yang sistematis dan mapan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-analitis dan komparatif terhadap dua karya tafsir representatif tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Qurṭubi merepresentasikan epistemologi tafsir bercorak fikih melalui penguatan ayat-ayat ahkam, penggunaan kaidah ushul fikih, serta dialog lintas mazhab, sedangkan Ibn Katsir menampilkan model tafsir berbasis riwayat dengan penekanan pada otoritas hadis sahih dan atsar generasi awal Islam. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya kecenderungan awal tafsir tematik yang tercermin dalam pengelompokan ayat berdasarkan tema hukum, akidah, dan kisah, meskipun belum disusun dalam format metodologis yang sistematis. Temuan ini menegaskan bahwa Fase Konsolidasi Klasik II merupakan periode transformatif yang memperlihatkan kematangan epistemologis tafsir al-Qur’an serta menjadi fondasi penting bagi perkembangan metodologi tafsir tematik pada era selanjutnya.




