PERKEMBANGAN METODOLOGI DAN TRANSFORMASI TAFSIR NUSANTARA: STUDI MUQARAN ATAS KARYA AL-SINGKILI, HAMKA, DAN QURAISH SHIHAB
Kata Kunci:
Tafsir Nusantara, Metodologi Tafsir, Tafsir Muqaran, Epistemologi Tafsir, Kontekstualisasi TafsirAbstrak
Dinamika metodologis dalam tafsir Al-Qur'an di Indonesia menunjukkan perubahan dalam tradisi penafsiran dan perbedaan pemaknaan teks. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat perkembangan metodologi dan transformasi dalam tafsir Nusantara dengan menggunakan pendekatan komparatif (tafsīr muqāran) terhadap tiga karya tafsir utama: Tarjumān al-Mustafīd oleh Abdurrauf al-Singkili, Tafsir al-Azhar oleh Hamka, dan Tafsir al- Mishbah oleh M. Quraish Shihab. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif berbasis studi kepustakaan yang menggabungkan tafsir muqaran dan analisis epistemologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Nusantara mengalami perubahan metodologis, yang dapat dibagi menjadi tiga kecenderungan utama. Al-Singkili menunjukkan pola transmisi tafsir tradisional yang menekankan otoritas teks dan riwāyah, Hamka menunjukkan fase transisi metodologis dengan mengintegrasikan tradisi tafsir klasik dengan rasionalitas modern dan sensitivitas sosial, dan Quraish Shihab menunjukkan kecenderungan transkontekstualisasi dengan menempatkan tafsir sebagai ruang diskusi antara teks, konteks, dan perspektif pembaca kontemporer. Kontribusi teoretis untuk memahami evolusi metodologi tafsir Nusantara ditawarkan dalam artikel ini melalui model konseptual transmisi-transisi- transkontekstualisasi. Menurut penelitian ini, tafsir Nusantara adalah tradisi intelektual yang terus berkembang, yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan konteks sosial dan keilmuan. Ini berkontribusi pada pengembangan penelitian tafsir di Indonesia.




