REPRESENTASI KETIMPANGAN SOSIAL DALAM FILM PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI KARYA JOKO ANWAR
Kata Kunci:
Film, Ketimpangan Sosial, Sosiologi Sastra, Pengepungan Di Bukit DuriAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi ketimpangan sosial dalam film Pengepungan di Bukit Duri karya Joko Anwar dengan menggunakan pendekatan sosiologi satra. Ketimpangan sosial dianalisis berdasarkan teori Max Weber yang meliputi ketimpangan ekonomi, ketimpangan status sosial, dan ketimpangan kekuasaan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa dialog dan adegan dalam film Pengepungan di Bukit Duri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, dan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teori dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Pengepungan di Bukit Duri merepresentasikan ketimpangan sosial dalam tiga bentuk utama, yaitu ketimpangan ekonomi yang tampak melalui keterbatasan akses pendidikan, ketimpangan status sosial yang ditunjukkan melalui diskriminasi etnis, stereotip, serta perlakuan tidak adil terhadap kelompok minoritas, dan ketimpangan kekuasaan politik yang terlihat melalui penyalahgunaan otoritas serta lemahnya perlindunga negara terhadap masyarakat. Ketimpangan status sosial menjadi bentuk yang paling dominan dalam film tersebut. Dengan demikian, film ini tidak hanya menyajikan konflik naratif, tetapi juga merefleksikan realitas sosial mengenai struktur masyarakat yang timpang dan relasi kekuasaan yang tidak setara.




