KONSEP FITRAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS KOMPARATIF DENGAN TEORI TABULA RASA (JOHN LOCKE) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN POTENSI PESERTA DIDIK
Kata Kunci:
Fitrah, Pendidikan Islam, Tabula Rasa, John Locke, Potensi Peserta DidikAbstrak
tabula rasa menempatkan manusia sebagai individu yang lahir dalam keadaan kosong sehingga perkembangan kepribadian dan pengetahuannya sangat ditentukan oleh pengalaman serta lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif konsep fitrah dalam pendidikan Islam dengan teori tabula rasa serta mengkaji implikasinya terhadap upaya pengembangan potensi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua konsep memiliki persamaan dalam menempatkan pendidikan dan lingkungan sebagai faktor penting dalam perkembangan peserta didik. Namun demikian, keduanya berbeda secara mendasar karena konsep fitrah mengakui adanya potensi bawaan yang bersifat ilahiah dan harus diarahkan melalui pendidikan yang seimbang antara aspek spiritual, intelektual, emosional, sosial, dan moral, sedangkan teori tabula rasa lebih menekankan dominasi pengalaman empiris dan lingkungan sebagai faktor pembentuk individu. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan potensi peserta didik akan lebih optimal apabila mengintegrasikan pengakuan terhadap potensi bawaan dengan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai spiritual, serta aktualisasi seluruh potensi kemanusiaan secara utuh.




